3 CD Coldplay Teratas Sepanjang Masa – Dan Mengapa?

3 CD Coldplay Teratas Sepanjang Masa – Dan Mengapa?

Apakah kita terobsesi dengan Coldplay atau melulu pendengar biasa, kita tidak dapat membantah dampaknya pada dunia. Musik mereka dapat disaksikan di mana-mana dari film, acara tv, kafe, bandara, toko kelontong dan bahkan di lift (sayangnya). Saya peminat Coldplay semenjak masa mula tahun 2000 sampai kini dan saat pertanyaan “apa 3 CD Coldplay teratas sepanjang masa” hadir di kafe kecil di suatu desa kecil di unsur selatan Prancis mempunyai nama Lasseube, tersebut membuat saya benar-benar berpikir.

Parasut

Parasut diluncurkan sesudah band mengalami tidak sedikit transformasi. Mereka tidak tidak jarang kali dikenal sebagai “Coldplay”. Mereka kesatu kali dikenal sebagai “Pectoralz” (saya pikir itu lumayan lucu.) Kembali pada tahun 1996. Setelah tersebut mereka membawa Guy Berryman pada bass dan mereka mengolah nama mereka menjadi Starfish. Sebenarnya tidak hingga tahun 1998 mereka akhirnya memutuskan nama “Coldplay” (Terima kasih Tuhan!)

Ok jadi, Parasut diluncurkan pada tahun 2000 namun sebelum tersebut mereka sudah merilis 3 EP, “Safety” pada tahun 1998, “Brothers & Sisters” pada tahun 1999 dan “The Blue Room” pada tahun yang sama.

3 CD Coldplay Teratas Sepanjang Masa - Dan Mengapa?

Tetapi saat Parachutes terbit mereka merilis single “Kuning” dan menjangkau ketenaran. Ini tidak saja lagu yang spektakuler tetapi video ini sebenarnya ialah pengambilan gambar satu kali di mana biduan utama Chris Martin berlangsung menyusuri pantai, berdendang ke kamera dan pada kesudahannya matahari hadir di belakangnya tepat pada daftar terakhir. Cemerlang!

Rilis kedua mereka dari album ini ialah “Trouble” yang adalahvideo yang suram dan gelap namun dengan nuansa estetis di belakangnya.

Aliran darah ke kepala

Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR GUNA DIPASTIKAN MEMILIH PIALA YANG BAIK ATAU PEMASOK PENGHARGAAN

Setelah kesuksesan CD mayor 1 mereka, mereka pulang ke studio pada tahun 2001 guna merekam album kedua mereka, “A Rush of blood to the head”. Dalam CD ini Coldplay sukses melakukan apa yang gagal dilaksanakan kebanyakan band baru … menambah standar kesuksesan mereka. kita lihat, apa yang sayangnya terjadi pada banyak sekali band ialah mereka memuncak dengan album kesatu mereka dan lantas tidak pernah mencatat sesuatu yang sebagus lagi.

Apa yang banyak sekali orang tidak sadari ialah bahwa, seringkali berbicara, CD kesatu band sebetulnya adalahpenggabungan dari kegiatan yang memakan masa-masa 10 tahun untuk mereka guna menulis. Pada ketika mereka menandatangani label rekaman judi slot online mereka melulu memungkinkan setahun untuk merilis album ke-2 mereka yang berujung pada kematian mereka. Lagu-lagu hebat laksana “In My Place”, “Clocks” dan “The Scientist” hadir dari album hit tahun 2002 ini. “The Scientist” terinspirasi oleh lagu George Harrison “Semua urusan harus berlalu”.

Viva la Vida atau Kematian dan seluruh Temannya

Saya suka album ini karena kenyataan bahwa suatu band punya nyali untuk mengupayakan ide-ide baru, dan saat mereka melakukannya mereka terbit dengan lagu-lagu bagus laksana “Viva la Vida” dan “Violet Hill”. Album ini mulai diproduksi pada 2006 dengan produser Brian Eno.

Baca Juga : CARA MENDAPATKAN MUSIK KITA DITAMPILKAN DI BLOG MUSIK

Lagu hit “Viva la Vida” menerima gugatan dari gitaris Joe Satriani pada 2008 sebab pelanggaran hak cipta. Pada dasarnya, Joe menuliskan bahwa lagu mereka terdengar serupa seperti lagunya “If I can fly” dari album 2004-nya. Dan meskipun saya setuju bahwa ada keserupaan di di antara melodi, tidak terdapat lagu secara borongan yang sama. Coldplay menyangkal tuduhan tersebut dan solusi yang tidak ditentukan dijangkau antara keduanya.

Jika satu kata dapat mencerminkan Coldplay secara borongan saya mesti memilih kata “Konsisten”. Sangat tidak banyak band mempunyai kekuatan tetap sebagai Coldplay, guna dapat memompa hit demi hit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *